|
Bedah Mulut dan Maksilofasial (Oral & Maxillofacial Surgery)
"Apakah arti kata tersebut!?"
| oral |
= |
mouth/mulut (lidah, pipi, bibir, langit-langit,gigi) |
| maxillo |
= |
jaws/rahang (rahang atas & bawah, sendi rahang, dagu, tulang pipi) |
| facial |
= |
face/wajah (telinga, hidung, kulit, kelopak mata, pipi, leher, scalp/kulit kepala, dahi, tengkorak/skull) | Profesi dan spesialisasi Bedah Mulut & Maksilofasial berkembang mulanya dari sebutan yang sederhana yaitu Bedah Mulut (Oral Surgery). Di banyak negara sebutan ini melekat pada dokter gigi praktisi yang mempunyai ketertarikan khusus terhadap bidang yang menyangkut aspek bedah dalam menjalankan profesinya.
Selama perjalanan kurang lebih 100 tahun, para ahli Bedah Mulut kemudian mengembangkan keterampilan dan keahlian tidak hanya menangani kelainan di sekitar mulut dan rahang, tapi juga wajah dan leher. Banyak ahli Bedah Mulut menambah pendidikannya dengan menempuh pendidikan dokter dan atau memperoleh pengalaman yang lebih dalam tentang aspek bedah secara formal. Selama tahun 80-an ekstensi perluasan dan pendalaman spesialis ini direfleksikan dengan perubahan nama menjadi Bedah Mulut dan Maksilofasial (Oral & Maxillofacial Surgery). Maxillo berasal dari bahasa latin yang berarti rahang, facial juga berasal dari bahasa latin yang menunjukan keahlian spesialisasi ini untuk melakukan tindakan bedah di daerah wajah.
Keuntungan dari berubahnya nama ini adalah bahwa secara semantik merefleksikan area kemampuan bedah lebih luas dibandingkan jika hanya memakai kata bedah mulut saja.
Kerugiannya terdiri dari dua aspek. Pertama, hampir sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa Spesialisasi Bedah Mulut dan Maksilofasial meliputi semua kondisi di daerah wajah dan leher termasuk keahlian untuk:
- Merekontruksi trauma berat di daerah kepala, wajah, dan leher.
- Memperpaiki celah bibir dan langit-langit pada bayi dan anak.
- Bekerjasama dengan Bedah Syaraf untuk memperbaiki deformitas wajah dan tengkorak.
- Mengambil tumor termasuk kanker daerah kepala dan leher.
- Memperbaiki defek yang diakibatkan proses pembedahan dengan menggunakan jaringan dan tulang yang diambil dari bagian tubuh di daerah lain.
- Mendiagnosis dan merawat pasien yang mempunyai keluhan nyeri wajah.
- Mengelola segala kondisi yang berkaitan dengan sendi rahang.
- Memperbaiki posisi rahang yang tumbuh tidak tepat ke posisi yang diinginkan.
- Menumbuhkan tulang baru dengan menggunakan teknik yang disebut distraksi osteogenesis.
- Mengganti gigi dengan implan yang menyatu dengan tulang.
- Melakukan bedah untuk meningkatkan estetik di daerah wajah.
- Menangani tumor kulit di daerah wajah dan leher.
Kerugian kedua, pada orang yang berbahasa Inggris sekalipun di seluruh dunia, hanya sedikit orang yang tahu arti maxillofacial. Sekarang saat Anda telah membaca tulisan ini maka Anda menjadi orang yang termasuk golongan tersebut, yaitu orang yang tahu arti maksilofasial.
(taken from http://www.iaoms.org/faq/whatsiaoms.htm) |